Terkena Imbas Corona, IFEX Gelar Pameran secara Daring

Tak terasa, sudah tiga bulan virus Corona mewabah di Indonesia. Pemerintah pun melakukan beberapa kebijakan seperti physical distancing, penutupan wilayah (lockdown) atau melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah, hingga mengimbau masyarakat untuk melakukan kegiatan belajar, bekerja, beribadah maupun aktivitas lainnya di rumah secara daring.
Seperti yang dilakukan oleh pameran mebel Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2020. Terkena imbas wabah Corona, pameran yang mulai diadakan Rabu lalu (13/5) ini harus melakukan aktivitasnya secara daring.
Perlu diketahui, pameran mebel ini setiap tahunnya selalu berhasil menarik ribuan buyers dan exhibitor dari dalam dan luar negeri. Bahkan, bisa menarik lebih dari 12 ribu pengunjung dengan total nilai transaksi mencapai sekitar USD1,270 miliar.
Pada tahun 2020 ini, Dyandra Promosindo selaku Penyelenggara Pameran dan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) berusaha melakukan inovasi di bidang pameran melalui penyelenggaraan pameran IFEX 2020 secara digital/daring. Tahun ini, kami berharap buyers internasional akan tetap datang dan meramaikan pameran IFEX 2020 yang kami gelar secara digital, ujar Ketua Umum HIMKI Soenoto dalam pers rilis.

Foto by ifex

Dirinya menambahkan, teknologi digital memungkinkan terjadinya interaksi antara seseorang atau sebuah perusahaan dengan orang atau perusahaan lain di mana pun dan kapan pun di seluruh dunia. Dengan menggelar pameran digital IFEX 2020, HIMKI berharap buyers internasional akan tetap bisa datang dan menikmati berbagai produk yang dihadirkan oleh para peserta melalui laman resmi IFEX 2020, ujarnya.

Dengan cara ini para buyers dan exhibitors tetap bisa saling berinteraksi melalui laman resmi IFEX 2020 di www.ifexindonesia.com. Di laman tersebut, buyers bisa memilih referensi produk dan kategori yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Pameran digital ini menjadi wadah kami dalam mengapresiasi para exhibitors dan membuka jalan bagi mereka untuk tetap bertemu dengan para pengunjung dan buyers dari dalam dan luar negeri. Melalui pengalaman baru ini, kami berharap para pelaku industri mebel dan kerajinan di Indonesia bisa terus bekerja dan berkarya agar industri ini bisa terus bergerak dan berkembang, tutup Hendra Noor Saleh selaku Presiden Direktur Dyandra Promosido. (Amanda/Dyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.