Hannie Hananto: Corona Ubah Gaya Hidup Jadi New Lifestyle

Selama pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak orang yang memilih untuk tetap berada di rumah. Meskipun begitu, tidak menyurutkan para pembeli untuk melakukan pembelian atau belanja. Belum ada
survei khusus terkait hal tersebut, namun ketika berada di rumah, para pembeli tetap mengakses media sosial dan melakukan pembelian mulai dari produk makanan, produk interior serta produk fesyen.

Apalagi saat new normal diterapkan, dianjurkan masyarakat untuk membeli produk melalui e-commerce atau media sosial tepercaya.
Dengan begitu, tak heran adanya perubahan gaya hidup masyarakat seperti new lifestyle, yang artinya tetap terjadi penjualan meskipun tidak terjadi interaksi langsung dengan para pembeli. Hal tersebut dikatakan oleh Desainer Indonesia Hannie Hananto yang menjadi inspirasi untuk pembuatan masker dari
kain.

Hannie mengaku dirinya kaget ketika wabah Corona pertama kali diumumkan oleh pemerintah sehingga dirinya langsung mengambil tindakan awal untuk mengurangi dampak virus tersebut.
“Solusi 1, menyiapkan infrastruktur penjahit – kami menduga kasus ini bakalan lama dan akan merubah semua sistem. Oleh karena itu, kami siap dengan kondisi penjahit melanjutkan pekerjaan di kampungnya (Sumedang). Jadi, sistemnya bahan baku dan gambar dikirim ke Sumedang, selesai pekerjaan jahit kirim balik ke Jakarta (kalau bahan baku print didapat di Jakarta) masalah banyak terjadi terutama karena jarak,” ujar Hannie Hananto pada saat Sharing Session Dampak Positif Pandemi pada Senin lalu (22/06).

Koleksi Masker Kain karya Hannie Hananto by dok

Solusi kedua, ada event yang tertunda, yakni Femme Makassar. Padahal, pada saat itu, pihaknya telah menyiapkan stok dress dan hijab untuk bazar dan acara fashion show-nya. Untuk menjual stok yang banyak tanpa harus diskon yang besar karena ini adalah stok baru, dilakukan dengan cara tidak malu berjualan di media sosial seperti Instagram dan mendapatkan respons positif karena mendekatan desainer dan pembelinya.

Solusi ketiga, pada saat masyarakat disarankan memakai masker dari kain, kemudian muncul ide membuat masker yang sesuai dengan gaya desain, lalu dicocokan dengan motif hijab dan motif dress juga. Setelah itu, di-share di Instagram dan mendapatkan respons positif. “Untuk langkah ke depan, tren ini akan berjalan terus dan berubah setiap saat. Tidak ada yang tetap di dunia ini, yang tetap adalah perubahan itu sendiri, yang perlu dilakukan ke depan adalah amati, peka dan responsif terhadap perubahan,” imbuhnya. (Sekar/Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published.