Di Tengah Tekanan Corona, Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Bisa Tunda Bayar Cicilan Kredit 1 Tahun

Berada di tengah tekanan pandemi virus corona atau Covid-19, Presiden Joko Widodo pun memberikan relaksasi kepada pelaku usaha mikro dan kecil berupa penundaan pembayaran cicilan selama satu tahun ke depan, serta menurunkan bunga kredit bagi usaha mikro.

“Ada keluhan dari usaha mikro, kecil. Saya sudah bicarakan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) akan beri relaksasi kredit di bawah Rp10 miliar, diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga,” ujarnya pada Selasa lalu (24/3).

Relaksasi tersebut berlaku untuk usaha mikro yang mengambil kredit di perbankan, termasuk pembiayaan di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) seperti multifinance dan lembaga keuangan mikro. Jokowi juga menegaskan, akan memberikan kelonggaran terkait pembayaran kredit kendaraan bermotor bagi para pekerja moda transportasi dengan tenggat waktu sampai setahun seperti ojek online.

Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas kedua melalui Video Conference oleh instagram Sekretariat Kabinet

“Keluhan saya dengar juga dari tukang ojek, supir taksi, yang sedang memiliki kredit motor dan mobil atau pun nelayan yang sedang kredit perahu. Saya kira juga perlu disampaikan jangan khawatir karena pembayaran bunga dan angsuran diberikan relaksasi selama 1 tahun,” paparnya.

Sebelumnya, dalam menyikapi pandemi corona, OJK mulai memberlakukan peraturan baru dengan Nomor 11/POJK.03/2020 yang mulai berlaku sejak 13 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021.

Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas melalui Video Conference dengan topik Menghadapi Pandemik Covid-19 by instagram Sekretariat Negara

Debitur yang mendapatkan perlakuan khusus dalam POJK merupakan debitur (termasuk debitur UMKM) yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada bank karena terkena dampak penyebaran Covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam hal ini, OJK memberikan wewenang kepada bank terkait penetapan kualitas pembayaran kredit dengan plafon dana yang berbeda. Hal tersebut sesuai dengan penilaian kualitas kredit, pembiayaan, penyediaan dana lain yang hanya berdasarkan pembayaran pokok, serta bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar. (Sekar/Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published.