Peringati Situjuah, Situjuah Batua Festival Hadirkan Kearifan Budaya Lokal

Dilaksanakan sejak 12 Januari hingga 20 Januari di Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Situjuah Batua Art and Culture Festival menawarkan kearifan budaya lokal, seperti batagak pengulu atau pengangkatan tetua adat, arak iriang, niniak mamak, bundo kanduang, dan anak kemenakan.

Diadakannya festival ini sekaligus menjadi rangkaian dari peringatan peristiwa Situjuah pada 15 Januari. “Selain menampilkan kearifan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi rangkaian dari peringatan peristiwa Situjuah 15 Januari yang menjadi salah satu mata rantai sejarah perjuangan di Indonesia,” ujar Walinagari Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, DV Dt Tan Marajo di Limapuluh Kota pada Minggu lalu (12/1)

Puncak Situjuah Batua Art and Culture Festival adalah peringatan peringatan Situjuah ke-71 sebagai rangkaian PDRI 1948-1949 by antaranews.com

Dirinya menambahkan bahwa agenda yang dihadiri dari lima ribu orang tersebut, diinisiasi Ikatan Keluarga Situjuah Batua (IKSB) Jabodetabek serta se-Nusantara dan luar negeri.

Selain itu, festival ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. “Acara ini juga akan menampilkan kesenian daerah serta mendukung sektor pariwisata,” jelasnya.

Situjuah Batua Art and Culture Festival dilaksanakan dari 12 Januari-20 Januari 2020 di Limapuluh Kota, Sumbar by beritamedia.id

Dirinya mengapresiasi kegiatan yang menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau kepada generasi selanjutnya. Format acara tersebut berupa festival yang akan lebih mudah diterima oleh generasi muda dan lebih mudah dipahami wisatawan. Dirinya pun mengingatkan peran datuak atau tetua adat di Minangkabau yang besar, terutama pada era revolusi industri saat ini.

Dirinya menambahkan, dengan hadirnya era revolusi saat ini, tak menutup kemungkinan adanya nilai-nilai negatif, seperti penyalahgunaan narkotika hingga LGBT yang telah merambah pelosok negeri, sehingga butuh peran semua pihak, termasuk datuk dan ninik mamak untuk mengantisipasi.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa puncak Situjuah Batua Art and Culture Festival ini merupakan peringatan Situjuah ke-71 sebagai rangkaian PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) 1948-1949. (Andhita/Dyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.