Tradisi Ruwat Rawat Borobudur Jadi Ajang Promosi Candi Borobudur ke Dunia Internasional

Tepatnya kemarin, Minggu (9/2), telah dilaksanakan kirab Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tradisi tersebut dilaksanakan oleh masyarakat seniman Komunitas Brayat Panangkaran Borobudur sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap situs warisan budaya dunia melalui seni budaya tradisional.

Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Achmad Husein pada saat pembukaan Ruwat Rawat Borobudur di Pelataran Kenari Candi Borobudur tersebut menjelaskan bahwa kegiatan Ruwat Borobudur oleh Brayat Panangkaran ini sebagai salah satu media yang mengenalkan Candi Borobudur kepada dunia internasional.

Zaenal berharap, kegiatan yang diinisiasi oleh Brayat Panangkaran dapat memberikan manfaat bagi semua pihak terkait upaya pelestarian dan perlindungan budaya pada Candi Borobudur. Selain itu, juga sebagai salah satu tujuan wisata super prioritas tingkat nasional maupun internasional, Borobudur pun perlu berbenah pada segenap aspek.

Sejumlah seniman bersama wisatawan asing pemerhati seni budaya mengikuti kirab Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Magelang Jawa Tengah by tagar

Selain menaruh perhatian pada pelestarian Candi Borobudur sebagai salah satu cagar budaya, kawasan di sekitar Candi Borobudur disiapkan sebagai Bali baru harus mempertimbangkan berbagai aspek. Pelestarian berbagai cagar budaya memerlukan keseimbangan antara aspek ideologis, sosial budaya, akademis, ekologis dan ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Paradigma baru ini mengubah cara pandang yang semula menitikberatkan kepada pengelolaan situs atau candi menjadi pengelolaan yang berorientasi pada pengelolaan kawasan berikut peran serta masyarakat dan sosial budayanya,” jelasnya.

Sejumlah wisatawan asing pemerhati seni budaya melakukan olah gerak tubuh saat Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Magelang Jawa Tengah by tagar

Dirinya menambahkan, sebagai sebuah situs, Candi Borobudur tidak hanya dinilai sebagai cagar budaya semata. Namun, yang harus diperhatikan adalah sebagai keseimbangan, keserasian serta keselarasan antara Candi Borobudur dengan lingkungannya, baik dengan masyarakat maupun kehidupan seni budaya di sekitarnya.

“Hubungan erat antara Candi Borobudur dengan seni budayanya mestinya bisa terus dipertahankan dan dilestarikan sehingga Borobudur tidak hanya dipandang sebagai warisan nenek moyang semata, namun lebih dari itu, Borobudur dapat menjadi inspirasi dan ekspresi bagi masyarakat, khususnya kepada para pecinta seni dan budaya,” tutupnya.

(Andhita/Ita)

Leave a Reply

Your email address will not be published.