Dekranasda Pesisir Selatan Dukung Perajin dan Produknya Berkembang

Tidak hanya dikenal dengan wisata bahari dengan sejuta pesona keindahan alamnya, Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) juga dikenal dengan aneka produk kerajinan yang khas.

Ketua Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan (Sumbar), Lisda HendraJoni menjelaskan bahwa Produk kerajinan yang saat ini tengah diangkat oleh Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan (Sumbar) adalah batik khas daerah tersebut. “Memang Pesisir Selatan ini kami mempunyai batik dari ratusan tahun yang lalu. Cuma selama ini dipakai hanya untuk dipakai acara adat. Tapi, sekarang kita terus kembangkan sehingga menjadi sesuatu lahan bisnis untuk masyarakat untuk mengangkat perekonomian masyarakat,” ujarnya.

batik khas Pesisir Selatan, Sumbar. Foto by IndonesianCraft.

Selama ini masyarakat hanya mengetahui produk kerajinan Minang tersebut berupa songket dan tenun. Nyatanya, batik juga turut menjadi produk kerajinan Sumbar yang sudah berusia ratusan tahun lalu, yakni batik Mandeh Rubiah, batik Lumpo, dan lain-lain. Dengan produk kerajinan berupa batik, Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan pun telah melakukan pelatihan dan pembinaan di beberapa kecamatan yang ada di daerah tersebut. “Pelatihan terakhir yang kami lakukan untuk penyandang disabilitas itu sudah tingkat ke-2. Jadi, kami memberikan kesempatan kepada para disabilitas untuk bisa berdaya dan mandiri, dan itu yang akan terus kami lakukan  kepada ibu-ibu rumah tangga, remaja, dan yang putus sekolah. Kami berikan kesempatan yang sama untuk berkembang dengan produk khas Pesisir Selatan, yaitu membatik,” lanjutnya.

Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan (Sumbar), Lisda HendraJoni,

Dengan melihat potensi UKM Kabupaten Pesisir Selatan ini, Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan bersama pemerintah setempat akan segera memberlakukan pemakaian wajib bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), ) dewan khusus dan pelajar se-Sumatra Barat untuk memakai produk kerajinan khas Pesisir Selatan tersebut. “Ke depannya, kalau memang sudah siap diberlakukan dan ada perdanya, tentu hal ini akan mendorong peluang lagi untuk para perajin kita untuk lebih berkembang,” ucapnya.

Lanjutnya, “Kami berterima kasih kepada Provinsi Sumatera Barat yang sudah mendukung dengan berbagai cara salah satunya mendukung produk kerajinan lewat ajang pameran. Karena batik kami harganya masih terbilang lebih mahal. Tetapi, kalau para perajinnya didukung oleh pemerintah, akhirnya kan masyarakat ada rasa bertanggung jawab atas produk khas daerahnya.”

Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda mempromosikan batik khas Pesisir Selatan, Sumatera Barat. foto by IndonesianCraft

Sebagai Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda berharap batik khas Kabupaten Pesisir Selatan dapat bersaing dengan produk batik Jawa. “Ke depannya, saya harap untuk harganya bisa sama dengan harga yang lain. Tentu dengan ciri khas yang kita miliki, yaitu motif rangkiang (salah satu rumah adat gadang) yang menjadi ciri khas masyarakat Minang dengan kekhasan masing-masing dan keunikan tersendiri. Tidak sampai di situ saja, dengan para perajin yang mempunyai jiwa entrepreneur untuk terus berusaha mempromosikan hasil produknya, dengan semangat dan pantang menyerah untuk terus berjuang demi membantu masyarakat yang lain,” pungkasnya. (Amanda/Dyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.