Menginspirasi, Sosok Nofi Jadi Pelopor Kampung Marketer

Salah satu persoalan masyarakat di perdesaan adalah tingginya laju urbanisasi dan pengangguran. Pemuda-pemudi desa meninggalkan kampung halamannya dan hijrah ke kota untuk mengadu nasib dan memperoleh pekerjaan. Sementara, untuk pemuda-pemudi yang tetap tinggal di desa, harus memilih dua pilihan, yakni bekerja sebagai buruh atau nikah muda. Permasalahan inilah yang sering kali kita lihat atau dengar, sehingga pemuda-pemudi di perdesaan harus meredupkan cita-citanya karena terbentur dengan adat istiadat yang berlaku di kampung halamannya.

Dengan permasalahan itulah, hadirlah sesosok pria muda asal Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, bernama Nofi Bayu Darmawan. Nofi menjadi sosok penggagas dari Kampung Marketer yang ingin mengentaskan ratusan pengangguran di kampung halamannya.

Nofi Bayu Darmawan meraih penghargaan sebagai Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi 2019 Dari Kementrian Pemuda dan Olahraga RI. foto by instagram kampungmarkete

Kampung Marketer yang digagas oleh Nofi adalah sebuah program sosial enterprise untuk mendidik, melatih, dan memberdayakan pemuda-pemudi desa di bidang teknologi agar mereka tidak menganggur dan tidak perlu merantau.

Sebelumnya, Nofi adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Kementerian Keuangan, kemudian dirinya memutuskan resign dari tempatnya bekerja untuk kembali ke desa membangun usaha dari nol dan melakukan sebuah perubahan sosial. “Saya persiapkan bertahun-tahun untuk meyakinkan orang tua. Tentu, awalnya, mereka kuatir, tidak percaya, dan sebagainya. Tapi, dalam beberapa waktu, saya berusaha meyakinkan mereka dengan pembuktian-pembuktian, sampai akhirnya mereka yakin dan percaya dengan saya,” ungkap Nofi.

foto by instagram kampungmarketer

Dipicu dengan melihat fakta sosial di desanya yang pemuda-pemudinya masih banyak menganggur dan memilih merantau sehingga mereka tidak bisa menikmati ilmu yang mereka miliki, Nofi memilih lebih sibuk di desanya untuk memberikan ilmunya. “Lalu, saya berprinsip lebih baik saya menyibukkan diri di desa karena masih banyak orang-orang desa yang perlu saya bantu. Itu yang akhirnya membuat saya ingin banget balik ke desa,” tuturnya.

Setelah mengambil keputusan untuk resign pada awal tahun 2017 dan kembali ke kampung halaman, modal yang Nofi miliki hanyalah sebuah ilmu. Dengan modal ilmu tersebut, yang tebersit dalam benaknya hanyalah mengajar dan berbagi pengetahuan yang dirinya miliki kepada pemuda-pemudi desa. “Karena yang dipunyai hanya ilmu, biasanya yang tebersit dalam pemikiran seseorang, kalau memiliki ilmu pasti inginnya ngajarin dan bikin training,” jelasnya.

Akhirnya, Nofi pun membuat training setiap minggunya secara gratis. Setelah sudah berjalan beberapa bulan lamanya, Nofi mengevaluasi hasil training tersebut yang ternyata, orang-orang desa tidak semuanya bermental entrepreneur (bermental pengusaha).
Dengan konsep pelatihan entrepreneur digital tersebut, nyatanya tidak efektif karena yang berhasil hanya satu atau dua orang. Kemudian, Nofi mengubah langkah dengan memulai konsep baru dan kegiatan yang dilakukannya diberi nama “Kampung Marketer”.

salah satu kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan Advertiser yang dilakukan oleh para pemuda-pemudi di kampung marketer. foto by instagram kampungmarketer

Kini, di Kampung Marketer, terdapat para pengajar yang berasal dari pemuda-pemudi di sekitar desanya, yang tentunya punya satu visi dan misi yang sama dengan dirinya. Lalu, para training ini, setelah lulus diklat pun dibantu dalam program pemberdayaan terlebih dahulu untuk mengisi skill kompetensi di bidang IT. Setelah skill-nya dirasa cukup, kapan pun mereka sudah bisa mandiri.

Setelah berjalan selama 2 tahun, Kampung Marketer sudah banyak dikenal orang. Setiap harinya selalu ada yang mendaftarkan diri ke Kampung Marketer. Bahkan, Kampung Marketer memiliki akun media sosial Instagram @kampungmarketer dan website-nya di https://kampungmarketer.com/, dari sanalah bisa dilihat kegiatan dari para pemuda-pemudi yang bergabung di Kampung Marketer.

Kunjungan Dinas Perdagangan DKI Jakarta. foto by instagram kampungmarketer

Pemuda-pemudi desa yang telah mengikuti diklat di Kampung Marketer akan terserap dalam ranah UMKM. Dengan hampir semua segmen dan berbagai jenis UMKM, mulai dari produk fashion, skin care, properti, franchise, jasa, hingga berbagai ragam bisnis lainnya, telah bermitra dengan Kampung Marketer.

“Sekarang, sudah ada lebih dari 230 UMKM yang berkolaborasi dengan Kampung Marketer, dengan lebih dari 700 pemuda yang kami didik dan berdayakan,” tutupnya. (Tin/Ita)

Leave a Reply

Your email address will not be published.