Titonius Karto, #SaatnyaLokal untuk Global Melalui Marketplace Ku Ka

Melihat pengaruh Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap perekonomian Indonesia telah membuat seorang investor perumahan Titonius Karto membangun sebuah marketplace khusus UKM yang menjual produk Tanah Air.  Kemudian dirinya memutuskan untuk memberikan nama Ku Ka atau kuka.co.id sebagai marketplace, dan saat ini Ku Ka telah sukses membawa produk UKM Indonesia ke pasar internasional.

Ku Ka merupakan salah satu marketplace di Indonesia yang fokus terhadap produk lokal Indonesia sesuai dengan jargonnya #SaatnyaLokal, jadi siapapun pelaku usaha lokal bisa membuka toko online di Ku Ka, dan melayani para pembeli dari dalam maupun luar negeri. Ku Ka sendiri mempercayai anak bangsa yang memiliki jutaan karya kreatif yang rata-rata belum diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Produk lokal Indonesia yang begitu menarik ini tidak hanya dikenal oleh bangsa Indonesia, tetapi juga menguasai dunia internasional.

Titonius Karto, Founder & CEO Ku Ka by Bank Indonesia

Hal tersebut merupakan alasan Titonius Karto selaku CEO dan Founder Ku Ka untuk membangun marketplace tersebut. Target utama dari Ku Ka adalah generasi milenial, menurutnya generasi milenial merupakan generasi yang sangat digital oriented dan cepat menyebarkan pengaruh bagi lingkungan sekitarnya. “Maka dengan itu, mayoritas penjual di tempat kami merupakan anak muda, dan ini yang membuat kami beda dengan marketplace lainnya,” ujar Tito saat talkshow “UMKM Menembus Pasar Internasional” yang diadakan oleh Karya Kreatif Indonesia, (13/7/2019).

Perbedaan dengan marketplace lainnya adalah semua penjual di Ku Ka hanya menjual produk buatan Indonesia. Jika ada penjual yang menjual produk luar negeri, maka akan segera dihapus keberadaan tokonya. Selain itu, hal menarik lainnya adalah si pemilik toko diperbolehkan menutup toko online mereka untuk jangka waktu tertentu.

tampilan situs kuka.co.id

Harapan besar dari Ku Ka adalah bisa membawa para penjualnya ke pasar global. Maka dari itu, Tito sudah menyiapkan tiga hal, yakni bantuan untuk pelatihan, pendanaan, hingga pemasaran. Untuk menggandeng para wirausahawan, dirinya masih mengandalkan strategi WOMM (Word of Mouth Marketing) atau pemasaran dari mulut ke mulut serta roadshow.

Selain itu, Tito juga tidak lupa untuk membangun tim media sosial dalam pengembangan pemasaran terpadu antara Ku Ka dengan media sosial lainnya, seperti Instagram dan Facebook. Terkait masa depan dari Ku Ka adalah membawa produk Indonesia ke pasar internasional, hal tersebut pun sudah dibuktikan bahwa Ku Ka berhasil membawa produknya ke SEIBU Jepang.

produk di Ku Ka, Hummus & Co by instagram kuka_akusuka
salah satu brand lokal, namminahome by instagram kuka_akusuka

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai marketplace Ku Ka, telah hadir di e-magz IndonesianCraft edisi 42 dalam Rubrik Lipsus (Liputan Khusus) bersama Shoppe Indonesia. (Andhita/Ita)

Leave a Reply

Your email address will not be published.