Indonesia Produsen Terbesar  Mutiara Laut Selatan

Mutiara Laut Selatan atau South Sea Pearl (SSP) yang berasal dari Indonesia dicanangkan sebagai salah satu mutiara terbaik dan terbesar di dunia, dalam konferensi di Kobe, Jepang, pada tahun 1995. Sepuluh tahun kemudian, di tahun 2005 Indonesia dinobatkan sebagai produsen terbesar SSP dunia. Sampai akhir tahun lalu, Indonesia memasok lebih dari 50 persen kebutuhan dunia yang mencapai 12 ton SSP per-tahun.

Di Indonesia, Mutiara jenis ini dikenal dalam sebutan “Mutiara dari Selatan” yang secara global merupakan “ratunya mutiara”. Produk SSP berkualitas bagus bisa dilihat dari beberapa faktor. Diantaranya : bulat sempurna, berkilau indah, halus di permukaan dengan pantulan cahaya yang lembut, warna hanya putih, gold dan pinkies, sementara itu ukurannya mencapai antara 9 hingga 22 mm. Negara tujuan ekspor mutiara Indonesia adalah Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, Selandia Baru, dan Perancis. Akan tetapi sayangnya, dari sisi nilai (nominal) perdagangan internasional, Indonesia baru menempati urutan ke-sembilan dunia.

Menurut Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Saut P. Hutagalung, secara kuantitas SSP asal Indonesia memang lebih unggul dibandingkan dengan negara produsen SSP lainnya. Hal yang mengurangi nilainya adalah, karena dari segi teknologi Indonesia belum mencapai kecanggihan peralatan dibanding negara penghasil SSP lainnya.

Namun Indonesia tetap optimistis mampu meningkatkan nilai ekspor dan nilai tambah SSP asal Indonesia, sehingga mencapai angka yang diharapkan. Negara produsen SSP yang mendominasi pasar dunia hingga saat ini adalah Indonesia, Australia, Filipina, dan Myanmar, dengan produksi per tahun mencapai 10 hingga 12 ton dan dari Indonesia 6,47 ton.

Ratu Mutiara Dunia

Ratu Mutiara

Indonesia merupakan penghasil SSP yang berasal dari kerang Pinctada Maxima, baik dari alam maupun budidaya. Mutiara jenis ini berharga lebih mahal karena keunggulannya memiliki ukuran trombosit aragonite dari kerang, yang membentuk SSP ini berukuran lebih besar, dan punya lapisan luar yang tebal dan rata. Inilah sebabnya mengapa SSP disebut sebagai “Ratu Mutiara”. 

Saat ini sentra budidaya Pinctada Maxima di Indonesia tersebar di wilayah Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat. Adapun Mutiara Lombok yang terkenal terdiri dari berbagai macam jenis, dan satu diantaranya adalah SSP.

Potensi ekonomi dari SSP tentu saja sangat besar. Para pelaku usaha dan pemerintah harus selalu bahu membahu untuk mempromosikan produk unggulan Indonesia ini ke segmen pasar Internasional. SSP asal Indonesia memiliki nilai ekspor lebih dari 29 juta dolar AS  atau 2,07 persen dari total nilai ekspor seluruh jenis mutiara di  dunia. Dari segi produksi, SSP dari Indonesia sudah sangat diterima oleh pasar Internasional, sedangkan segi pemasaran, harus terus digenjot dan terintegrasi, hingga mencapai hasil nilai nominal yang memuaskan.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki produk unggulan Mutiara baik dari laut, perairan tawar, maupun hasil budidaya, yang secara keseluruhan dikenal sebagai “Mutiara Lombok”,  dan diantaranya merupakan produk SSP. Bagi Anda yang tertarik memilikinya, membeli Mutiara Lombok bisa dilakukan secara online di toko digital khusus aneka mutiara yaitu: www.toko-mutiara.com. Atau di Jakarta bisa diperoleh secara langsung dengan mengunjungi Paviliun Provinsi, Smesco Indonesia, Pancoran Barat-Jakarta Selatan. (Susi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.