Intip Kesuksesan Alibaba Melalui Alibaba Netpreneur Training

Alibaba merupakan platform marketplace sukses asal China. Sejak 20 tahun berdiri, bisnis digital yang didirikan oleh Jack Ma ini mendulang sukses, dan memberi gelar kepada owner-nya sebagai orang paling kaya di dunia. Selain e-commerce, Alibaba mengembangkan kegiatan di bidang edukasi, yaitu melalui Alibaba Business School, sebagai bagian dari Alibaba Group.

Pada tanggal 27 Juli hingga 8 Agustus 2019 lalu, Alibaba mengadakan kegiatan berupa program “Alibaba Netpreneur Training (ANT)” Angkatan ke-1 di Hangzhou, China. Program ini terbuka untuk para pendiri, cofounder atau pemilik bisnis visioner dari perusahaan rintisan, digital, maupun perusahaan tradisional, yang telah beroperasi setidaknya selama dua tahun. Untuk mengikuti program ini, pengusaha perempuan dan pengusaha berumur di bawah 45 tahun sangat direkomendasikan untuk mendaftar.

kevin wu dari Kadin, besarnya bisnis e-commerce, by: IndonesianCraft

Pada Selasa, 3 September 2019, para alumni ANT Angkatan I menggelar kegiatan sharing session di Telkom Landmark Tower, di Jalan Gatot Subroto Jakarta, dengan tema  “From Value To World Wide Impact”. Para alumni berbagi pengalaman dengan para pelaku bisnis digital, tentang ANT selama pelatihan sepanjang 12 hari di Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou China. Hadir sebagai Narasumber adalah Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Bidang Ekonomi Kreatif, Kevin Wu; CEO Digital AMOEBA, Fauzan Feisal; CEO Picmix,Calvin Kizana; dan pemilik Restoran Bakmi Naga, Susanty Widjaja.

Menurut Calvin, bisnis e-commerce menjadi pilihan karena menilik perkembangan teknologi internet, dimana kini orang semakin banyak melihat tayangan mobile termasuk YouTube daripada menonton televisi dengan perbandingan 45% : 35%. Oleh karena itu, Calvin mendirikan Picmix dengan “Playday”-nya.

Sementara itu, Kevin Wu menceritakan bagaimana Jack Ma membangun sukses, bukan semata melalui teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan dan membangun culture perusahaan. Bagi Alibaba, sukses menghampiri karena mengutamakan customer sebagai nomor satu dan employee (karyawan) sebagai pihak penting berikutnya.

Pengusaha restoran Susanty menceritakan tentang alasan mengapa bisnis makanan juga harus bertransformasi “Go Digital & Go Online”. Susanty menyoroti dari sistem pembayaran dengan dompet digital melalui QR Code Payment, yang menurutnya telah meningkatkan kunjungan ke gerai-gerainya. Kata Susan, di Hangzhou bukan hanya restoran, pasar tradisional juga telah memberlakukan pembayaran dengan dompet digital. Menurutnya, terkadang kita harus dipaksa supaya bisa maju.

Adapun Fauzan berharap akan lebih banyak lagi anak muda Indonesia yang berbisnis secara digital. Sebab, Jack Ma pun memulai bisnisnya dengan delapan belas orang, berdesakan di sebuah apartemen kecil, dan setelah ditolak oleh puluhan investor. Oleh investor ke-38 yang ditawarinya, Jack Ma mendapatkan modal dan membesar hingga kini.

sharing pengalaman 12 hari di Alibaba Hangzhou, by: IndonesianCraft

Program ANT merupakan komitmen Jack Ma untuk melatih 100 pengusaha agar bisa sukses. Selain Indonesia, Rwanda dan Malaysia juga mendapat kesempatan untuk mengikuti program yang diharapkan berdampak pemberdayaan ekonomi digital dan sumber daya manusia ini. Mengikuti program ini, telah memberi kesan tersendiri bagi peserta yang memperoleh pemahaman tentang faktor-faktor keberhasilan Alibaba, dan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan dari ekonomi digital. Pelatihan program Alibaba diharapkan menjadikan para peserta dapat lebih inovatif dan adaptif di era digital ini. (Susi/Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published.