Aneka Bentuk  KUR

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program prioritas pemerintah dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berupa kebijakan pemberian kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak, namun  belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup. Karena itulah, KUR berperan penting dalam mengembangkan usaha para pelaku UMKM.

KUR memiliki beberapa macam fasilitas kredit usaha yang digulirkan oleh pemberi pinjaman bagi UMKM, baik dari kantor dinas pemerintahan, program corporate social responsibility (CSR), perbankan, dan  lembaga keuangan lainnya. UMKM berupa kredit dari lembaga keuangan terdiri dari Kredit Tanpa Agunan (KTA), Dana Bergulir, Pinjaman Lunak, dan Pinjaman dengan Jaminan. Aneka pilihan skema kredit usaha tersebut adalah:

1. Kredit Tanpa Agunan

Hampir seluruh lembaga perbankan, mulai dari BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, dan bank lainnya, baik dalam koridor syariah maupun konvensional, menerbitkan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Dan kini bukan hanya perbankan yang menerbitkan sumber dana jenis ini, KTA juga diterbitkan secara platform yang dapat diakses melalui android oleh lembaga-lembaga keuangan yang dijamin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

kredit KUR perbankan

Aplikasi pendanaan yang disebut Fintech (Financial Technologi) ini diantaranya adalah Akseleran, Kredit Pintar, KreditQ, Pinjamduit, Tunaiku, Rupiah Cepat, Easycash, Dana Indo, ProsperiTree, Pinjam Yuk, JULO, Indodana, KTA Kilat, UangMe, AdaKami, Do-It, Cairin, Ransel, Pinjam Tunai, dan sebagainya. Untuk memastikan legalitas aplikasi ini dapat diketahui dengan menginstal Cek Fintech OJK.

KUR melalui Platform digital

Tanpa jaminan, KTA merupakan sumber kredit usaha yang ringan. Proses pengajuan sangat cepat dan persyaratan mudah. Aliran rekening koran dan ataupun tabungan dalam tiga bulan terakhir sudah bisa menjadi jaminan bahwa calon kreditor memiliki pemasukan keuangan yang dapat dipercaya. Demikian pula dengan NPWP (Nomor Peserta Wajib Pajak), merupakan nomor identitas utama di samping identitas nomor kependudukan.

Mengajukan kredit usaha dari KTA, para UMKM tidak perlu menyusun proposal, hanya mengisi formulir pengajuan dan memenuhi persyaratan yang berlaku di masing-masing pemberi pinjaman, minimal dengan persyaratan yang tersebut di atas. Permohonan KTA dikabulkan setelah dilakukan survei secukupnya.

2. Dana Bergulir

Kredit usaha berupa dana bergulir diantaranya diterbitkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).  Lembaga di lingkungan Kemenkop UKM ini dalam penyaluran dana sebelumnya melalui dinas terkait di daerah, tetapi kini juga mengandeng aplikasi Fintech. Namun demikian, LPDB memastikan akan tetap memberikan bunga di bawah 10-15% secara efektif.

kredit usaha berupa dana bergulir oleh LPDB-KUMKM –republika

Selanjutnya, kredit usaha dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan atau PNPM-Perdesaan atau Rural PNPM) merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah pedesaan. PNPM Mandiri dikukuhkan secara resmi oleh Presiden RI pada tahun 2007. Kredit usaha jenis ini disalurkan secara bergulir oleh pemerintahan terkait.

3.  Pinjaman Lunak

Pinjaman lunak merupakan Kredit Usaha Tanpa Agunan namun persyaratannya lebih lengkap daripada KTA. Berupa Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi, pinjaman lunak dikeluarkan oleh pemerintah, perbankan, BUMN dan perusahaan swasta, serta lembaga keuangan yang dijamin oleh OJK lainnya. Pinjaman lunak dijamin oleh perseorangan, biasanya dengan jangka waktu pinjaman 1-5 tahun.

pinjaman lunak dari program csr bumn–wonosobozonene

4. Modal dengan Jaminan

Sumber kredit usaha lainnya adalah pinjaman dengan agunan berupa aset seperti rumah, tanah, kendaraan, logam mulia, dan lainnya sebagai jaminan. Dengan jaminan ini, jumlah dana bisa lebih besar sejauh jaminan mencukupi. Lembaga keuangan seperti FIF, BFI, Adira Finance, Indofinance, dan sebagainya, melengkapi sumber modal jenis yang digelontorkan oleh Bank, Pegadaian, dan BUMN non perbankan serta perusahaan besar. Modal dengan jaminan adalah sumber dana yang diperoleh setelah menjaminkan aset yang dimiliki. Dana jenis ini pada umumnya berjumlah cukup besar sesuai dengan aset yang dijaminkan. Apabila asetnya meyakinkan, untuk mendapat pinjaman jenis ini tidak memerlukan penyertaan persyaratan administrasi yang beragam.

adira finance

(Agust/Dyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.