Home Main Craft Baju Bodo, Pakaian Adat Suku Bugis

Baju Bodo, Pakaian Adat Suku Bugis

Baju Bodo, Pakaian Adat Suku Bugis

Baju Bodo adalah pakaian adat suku Bugis-Makassar dan diperkirakan sebagai salah satu busana tertua di dunia. Perkiraan itu didukung oleh sejarah kain muslim yang menjadi bahan dasar dari pembuatan baju Bodo.

Sesuai dengan namanya, “Bodo” artinya pendek, sehingga bajunya pun pasti berlengan pendek. Dahulu baju Bodo dipakai tanpa baju dalaman sehingga memperlihatkan payudara serta lekuk-lekuk dada pemakainya, dan dipadukan dengan sehelai sarung yang menutupi bagian pinggang hingga ke bawah badan. Namun, seiring dengan masuknya pengaruh Islam di daerah ini, baju yang tadinya memperlihatkan aurat pun mengalami perubahan. Busana transparan ini kemudian dipasangkan dengan baju dalaman berwarna sama, namun lebih terang. Sedangkan busana bagian bawahnya berupa sarung sutera berwarna senada.

Dahulu baju Bodo dipakai tanpa baju dalaman sehingga terlihat transparan. Gadis mengenakan baju bodo (tahun 1930-an) by: Wikipedia
Sesuai dengan namanya, “Bodo” artinya pendek, sehingga bajunya pun berlengan pendek. by: Wikipedia

Dalam penggunaannya, baju Bodo memiliki aturan berdasarkan warna untuk melambangkan tingkat usia dan kasta perempuan pemakainya. Warna jingga untuk perempuan berusia 10 tahun, jingga dan merah darah untuk perempuan berusia 10-14 tahun, merah darah untuk perempuan berusia 17-25 tahun, warna putih dipakai para inang dan dukun, warna hijau khusus dipakai para putri bangsawan, dan warna ungu dipakai oleh para janda.

Pakaian tradisional ini sering dipakai untuk acara adat, seperti upacara pernikahan. Tetapi sekarang, penggunaan baju Bodo mulai meluas untuk berbagai kegiatan, misalnya lomba menari atau upacara penyambutan tamu-tamu kehormatan.  Tidak hanya itu saja baju Bodo juga dikenakan oleh para pengantin perempuan saat upacara akad nikah dan resepsi pernikahan, begitu juga dengan ibu pengantin, pendamping mempelai, dan para pagar ayu.  

Baju Bodo sering kali digunakan untuk Pakaian pernikahan. by: Hipwee

(Elmi/Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published.