Buloo, Sedotan Bambu yang Raih Good Design Indonesia Best

Perilaku konsumtif yang berlebihan membuat penggunaan plastik pun semakin berjumlah banyak. Hal inilah yang membuat khawatir bagi orang-orang yang menyadari pentingnya ekosistem lingkungan. Terlebih plastik sangat sulit diurai oleh alam.

Tak heran, banyak para perajin yang mulai mencari terobosan baru untuk mengganti penggunaan plastik yang berlebihan. Dengan adanya terobosan baru tersebut, diharapkan dapat menekan penggunaan plastik yang akan mencemari lingkungan.

Belum lama ini, muncul terobosan baru, yakni sedotan bambu. Meskipun pada awalnya masyarakat sulit menerima kehadiran sedotan bambu, seiring berjalanya waktu produk ini mulai melebarkan sayapnya. Sedotan bambu ciptaan perajin di Indonesia pun semakin dikenal oleh masyarakat. Tak hanya di Indonesia, sedotan bambu sudah menampakan dirinya di luar negeri seperti Inggris, Jepang, dan Australia.

foto by /instagara buloo.ina

Seperti halnya, pemilik Saruga Pack Free Store yang berkolaborasi dengan desainer Iwan Sung membuat sedotan bambu yang diberi nama Buloo. Tahun 2019 lalu, hasil karya tersebut mendapatkan penghargaan Good Design Indonesia Best dengan kategori Daily Necessities dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) dan G-Mark di Jepang.

Selaku pemilik Saruga Pack Free Store, Adi Asmawan menjelaskan tujuannya mengikuti ajang bergengsi tersebut, yakni untuk menambah atau mendapatkan banyak masukan dari desain produknya tersebut. “Menurut saya, mengikuti ajang atau lomba desain tersebut adalah kita mendesain sesuatu tidak akan sempurna jika dilihat dari satu sudut pandang saja, jadi kita harus melihat dari berbagai sudut pandang lainnya. Banyak masukan ataupun penilaian dari juri atau para desainer lainnya, jadi itu justru bisa meningkatkan desain kami untuk lebih ditingkatkan lagi,” paparnya.

Dengan memperoleh penghargaan tersebut, Adi berharap akan ada banyak ajang atau lomba-lomba seperti ini yang dapat mengeksplor SDA di Indonesia. “Harapan saya, Good Design Indonesia ini akan terus ada, mungkin juga ada ajang-ajang yang lain lebih banyak supaya desainer-desainer yang bisa mengembangkan desain dan produk untuk lebih berkualitas dan mengeksplor Sumber Daya Alam (SDA) yang kita punya,” tutupnya.

(Elmi/Yayah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.