Lippo Lepas Saham di OVO?

Pendiri sekaligus Chairman Grup Lippo, Mochtar Riady, dikabarkan telah melepas sebagian sahamnya di OVO. Hal tersebut dilakukan karena pihak Lippo sudah tak kuat ‘bakar uang’ di layanan dompet digital tersebut. Kini, pihaknya hanya menggenggam saham sekitar 30% atau sepertiga di OVO.

Bakar duit merupakan istilah yang kerap disebut dalam pengembangan perusahaan rintisan atau startup.  Dalam perjalanannya, OVO menjadi salah satu fintech terbesar di Indonesia, bahkan telah menyandang status unicorn sejak 14 Maret lalu.

foto by IndonesianCraft

Saat ini, startup yang menyandang status unicorn ataupun decacorn di Indonesia tengah berada di kondisi merugi. Kerugian tersebut dikarenakan membengkaknya rata-rata pengeluaran perusahaan  untuk berbagai keperluan seperti memberi diskon atau cashback. Dengan memberikan diskon atau cashback, diharapkan dapat menarik pengguna sehingga pasar pun menjadi semakin berkembang. “Bukan melepas, tetapi kita menjual sebagian. Sekarang kita tinggal sekitar 30-an % atau satu per tiga. Jadi, dua per tiga kita jual,” pungkas Mochtar Riady. (Cahyo/Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published.