OVO dan Gopay Mendominasi Penggunaan Dompet Digital di Indonesia

Melihat alat pembayaran digital yang semakin marak di Indonesia, membuat perusahaan riset pemasaran independen, Ipsos Indonesia meluncurkan riset seputar kebiasaan masyarakat Indonesia terhadap penggunaan alat pembayaran digital. Hasilnya, sebanyak 25 persen responden menggunakan digital payment karena memberikan pengalaman yang menyenangkan dan sebanyak 26 persen karena konsumen merasa Iebih aman, nyaman dan yakin.

Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan mengatakan hasil studi ini menunjukkan sebanyak 21 persen konsumen menggunakan satu jenis dompet digital, sebanyak 28 persen menggunakan dua jenis dan sebanyak 47 persen menggunakan tiga jenis atau lebih dompet digital. Rata-rata mereka paling sering menggunakan dompet digital berupa OVO dan Gopay.

ovo dan gopay foto by rancah post

Menurut data dari Bank Indonesia (BI), sepanjang 2019 saja telah terjadi 4,7 juta jumlah transaksi cashless dan 128 triliun volume transaksi cashless di lndonesia, sehingga evolusi pembayaran sudah terjadi dengan pesatnya. Data tersebut didapatkan dari hasil survei yang dilakukan ke 1.000 responden yang bermukim di Pulau Jawa (66%), Sumatera (21%), Kalimantan (6%), Sulawesi (4%), Bali (4% ) dan Nusa Tenggara (1%).

Berdasarkan survei ini, peneliti melihat dari pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kartu nontunai. Dengan hal ini, menunjukkan bahwa mereka tidak takut bertransaksi dengan pembayaran nontunai. Justru, mereka menganggap bahwa pembayaran nontunai ini adalah perkembangan zaman yang harus diikuti. (Cahyo/Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published.