Sejarah Singkat Hari Batik, Berbanggalah Kenakan Batik

Setiap tanggal 2 Oktober akan diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Biasanya, beragam lapisan masyarakat memperingatinya dengan serentak mengenakan baju batik. Sejarah ditetapkannya tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional ini cukup panjang, bahkan bermula sejak era pemerintahan presiden kedua Indonesia, Bapak Soeharto. Saat itu, Pak Soeharto menghadiri konferensi PBB dengan mengenakan batik. Selain itu, setiap tamu kenegaraan luar negeri yang berkunjung ke Indonesia, selalu diberikan hadiah berupa kain batik.

Sebelumnya, batik diperkirakan sudah ada sejak abad ke-6 atau ke-7 Masehi. Secara etimologi, batik berasal dari penggabungan dua kata, yakni kata amba yang berarti menulis, dan nitik yang artinya titik, sehingga batik memiliki arti menulis atau melukis titik.

Saat ini, arus globalisasi semakin pesat sehingga mengharuskan masyarakat bertransformasi ke ranah 4.0, batik pun sempat ditinggalkan oleh orang-orang, terutama generasi milenial. Bahkan batik hampir saja diakui atau diklaim oleh negara Malaysia sebagai warisan budayanya. Karena hal inilah, pemerintah Indonesia mengambil langkah serius dengan mendaftarkan batik sebagai warisan budaya Indonesia ke UNESCO.

Sesuai dengan namanya, UNESCO merupakan organisasi internasional di bawah naungan PBB untuk mengurusi hal yang berkaitan dengan pendidikan, sains, dan kebudayaan. Untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO, banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti halnya menyiapkan dokumen yang berkaitan dengan sejarah batik dan harus menunggu selama beberapa bulan sebelum disetujui oleh UNESCO.

Setelah menunggu cukup lama, pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO  menetapkan batik sebagai ‘Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity’ atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Penetapan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO inilah yang membuat setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

batik pun telah dijadikan ready to wear sehingga masyarakat Indonesia lebih mudah mengenakan batik di kesehariannya. by: IndonesianCraft

Dengan ditetapkannya Hari Batik Nasional, membuat lapisan masyarakat Indonesia mengenakan kembali batik dengan bangga. Kini, batik pun telah dijadikan ready to wear sehingga masyarakat Indonesia lebih mudah mengenakan batik di kesehariannya. Bahkan, jika dulu warna batik hanya identik dengan cokelat dan hitam, maka sekarang banyak variasi warna-warna lain, seperti ungu, merah, hijau hingga kuning sesuai dengan khas masing-masing di setiap daerahnya.

Jadi, sudahkah kamu merayakan Hari Batik Nasional dengan mengenakan batik hari ini?

(Dwi/Yah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.