Terapkan Hal Ini Agar Aman Dalam Bertransaksi Online

Dengan adanya industri 4.0, membuat mobilitas kehidupan masyarakat beralih ke teknologi digital, salah satunya dengan bertransaksi secara online. Tak heran, kini transaksi online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Banyak orang sering melakukan transaksi nontunai melalui smartphone mereka, baik untuk membayar belanja online, transportasi online hingga tiket pemesanan hotel secara online. Bahkan, saat ini tak sedikit layanan financial technology (fintech) yang menyediakan layanan kredit barang dan jasa atau pinjaman uang tunai secara online.

Dengan semakin maraknya transaksi secara online, tak menutup kemungkinan akan semakin banyak pula aksi kejahatan untuk menarik keuntungan dari transaksi online ini. Hal tersebut harus dihindari dengan:

  • Buat PIN yang Aman
Buat PIN yang aman by mediakonsumen

Personal Identification Number (PIN) atau password adalah hal yang sangat penting untuk keamanan transaksi secara online. Oleh karena itu, buatlah PIN atau password yang berbeda-beda untuk setiap rekening atau akun. Lebih baik, PIN atau password harus terdiri dari angka, tanda baca dan huruf demi keamanan. Selain itu, pengguna juga harus melakukan pergantian PIN secara berkala dan tentunya jangan memberitahu orang lain.

  • Pastikan Fintech Memiliki Izin
Pastikan Fintech Memiliki Izin by techinasia

Pastikan perusahaan fintech yang digunakan memiliki izin dari lembaga berwenang, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Hal tersebut dikarenakan masih banyak fintech yang belum memiliki izin, tetapi sudah beredar di masyarakat. Untuk mengetahui fintech yang sudah memiliki izin, OJK kerap mengumumkan lewat situsnya.

  • Jangan Sembarang Berbagai Data Pribadi
Jangan Sembarang Berbagai Data Pribadi by mediakonsumen

Jangan sembarangan memberikan data pribadi seperti PIN, password, kode OTP, identitas KTP dan nama orang tua, yang sering digunakan untuk mengamankan layanan transaksi online kepada orang ketiga. Pasalnya, melalui data pribadi ini, peretas bisa dengan mudah masuk ke akun aplikasi online dan mengambil uang yang ada di dalamnya. Selain itu, hindari juga mengirimkan data pribadi kepada pihak tidak dikenal di aplikasi percakapan seperti WhatsApp.

  • Hati-Hati Ketika Mengeklik Tautan
Contoh situs palsu yang digunakan untuk Tindak kejahatan by mediakonsumen

Hati-hati terhadap upaya phishing. Jangan buru-buru untuk membuka tautan, baik di laman media sosial maupun email, karena hal tersebut bisa menjadi celah untuk melakukan peretasan. Pastikan sumber tautan dari institusi resmi sebelum membukanya. Cara untuk mengidentifikasi alamat situs yang aman adalah sebagai berikut.

Bila Anda sering kali mendapatkan SMS berhadiah dengan memunculkan tautan dengan contohhttps://promohadiah-shopee.blogspot.com/?m=1, maka hindari untuk membuka tautan tersebut, karena tautan asli Shopee adalah  https://shopee.co.id/

Untuk mengenali nama domain asli atau tipuan, perlu mengetahui cara mengidentifikasi domain. Nama domain asli dari alamat situs resmi, terletak sebelum domain itu sendiri. Contohnya, .com, .id, co.id.

Namun, penipu bisa saja membuat alamat tautan penipuan seperti alamat situs asli. Seperti pada gambar berikut yang merupakan contoh alamat situs palsu yang mungkin digunakan. Selain itu, hati-hati juga ketika diminta untuk mengisi data pribadi ketika membuka tautan tersebut, karena bisa jadi tautan itu mengarahkan ke situs yang akan mengambil data pribadi pengguna.

  • Selalu Perbarui Perangkat Lunak
selalu perbarui perangkat lunak by mediasuara

Selalu perbarui software laptop atau yang dimiliki. Meskipun terlihat sepele, tetapi hal ini harus dilakukan untuk meningkatkan keamanan data.

Leave a Reply

Your email address will not be published.