Unsur Craft dalam Santapan

Kuliner merupakan kata baru yang dalam dua dekade ini kian akrab digunakan di tengah masyarakat. Kuliner sering dikorelasikan dengan santapan. Padahal, kuliner dengan santapan itu berbeda maknanya. Makna kuliner sendiri, secara leksikal adalah segala sesuatu yang terkait dengan dapur atau masakan. Sedangkan arti santapan lebih luas dari itu, berupa produk yang dikonsumsi sebagai hidangan, baik berupa makanan maupun minuman, termasuk yang tidak melalui pengolahan di dapur.

Santapan telah menjadi sebuah daya tarik tersendiri sebagai hiburan yang menyenangkan ketika mengkonsumsinya. Oleh karena itu, ada istilah “wisata kuliner” yang berarti mencari wawasan kesenangan di bidang santapan. Istilah ini kurang tepat, karena sudah dijelaskan bahwa kuliner dan santapan memiliki arti yang berbeda. Santapan pun telah menjadi satu “divisi” entrepreuneur  tersendiri. Santapan bukan sekadar komoditas perdagangan, namun juga sebagai media berkreasi.

Di restoran, para chef juga tidak hanya menyajikan hidangan yang lezat dan menyehatkan untuk dikonsumsi, namun juga menarik untuk dipandang. Oleh karena itu, dibutuhkan keterampilan tertentu untuk menciptakannya.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) telah menangkap sisi kreatif di bidang ini, sebagai contoh, konsumsi kopi sebagai bagian dari hidangan, telah menjadi garapan di bidang craft. Bekraf telah menerbitkan buku tentang kopi, dan masuk dalam  kategori“Indonesian Craft & Culture”. Menurut Bekraf, komoditas kopi telah menjadi minat keterampilan tangan anak-anak muda untuk berkreasi. Mereka menanam, memproses, dan menyeduh kopi dengan pendekatan baru. Semua dilakukan dengan kejelian, dedikasi, dan komitmen terhadap kualitas kopi.

kreasi kopi sebagai gaya hidup anak muda by : IndonesianCraft.

Berdasarkan  hal di atas, maka IndonesianCraft menilai penting kiranya untuk menempatkan bisnis santapan sebagai bagian dari craft. Dibandingkan dengan craft lain yang masa pemakaian mencapai tahunan bahkan puluhan tahun, craft dengan bahan baku santapan memang masa konsumsinya dalam hitungan bulanan, mingguan, harian, bahkan jam dan menit.

Untuk itu, sebagai apresiasi terhadap karya anak bangsa di bidang santapan, IndonesianCraft memberi ruang bagi cipta kreasi, produksi, serta inovasi di bidang santapan dengan rubrik Food&Craft. Diharapkan rubrik ini makin menyemarakkan IndonesianCraft, sebagai media bagi mereka yang kreatif, produktif dan inovatif dengan media hidangan bersantap. (Sue/Dyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.