Desa Wisata  Sentra Tenun Pringgasela

Indonesia memang memiliki tangan-tangan terampil yang begitu menakjubkan. Tangan-tangan inilah yang menghasilkan berbagai karya kerajinan Indonesia. Jika Anda ingin melihat bermacam jenis tenunan, jangan ragu untuk berkunjung dan berkeliling ke Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kain tenun dari Pringgasela banyak yang dibawa oleh para kolektor untuk melengkapi jenis kain tenun yang telah dimilikinya.

Kain tenun Pringgasela melekat dengan tata adat dan peradaban setempat yang mengikat para wanitanya. Bagi seorang gadis di Desa Pringgasela, menenun adalah sebuah kewajiban yang harus dikuasai. Kemampuan menenun merupakan salah satu bagian dari kebudayaan kearifan lokal Desa Pringgasela. Filosofinya, sebelum menikah seorang gadis harus membuat sebuah tenunan untuk calon suaminya nanti. Selembar kain menjadi lambang cinta dan kepatuhan seorang istri. Dengan menenun, seorang wanita bisa membantu suaminya dalam mencukupi kebutuhan hidup.

Di Desa Pringgasela wisatawan bisa mengikuti proses penenunan yang dilakukan oleh seorang wanita. Mulai dari memintal benang, mengikat benang untuk mendapatkan motif, pewarnaan, hingga menenun. Desa ini berlokasi sekitar 54 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar satu jam perjalanan. Anda bisa mengunjunginya dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.

Galery tenun pringgasela

Kepada team IndonesianCraft sebagai media pendukung pelatihan perajin UKM kain tenun mitra binaan Bank Indonesia, Hj. Hartatik selaku Dekranasda Kabupaten Lombok Timur mengungkapkan bahwa pengembangan tenun Lombok ini membutuhkan kerjasama dari seluruh pihak, ,”Semua pihak harus fokus dalam mengembangkan kain tenun,” ujarnya

Tanda kesetiaan
Untuk menghasilkan motif rumit biasanya peralatan tenun yang digunakan ada sekitar 15 alat. Kalau untuk proses pewarnaan, terasa sekali budaya setempat, karena mereka masih menggunakan pewarna alami. Perwarna tersebut dihasilkan dari dedaunan dan kayu-kayuan.

Kain tenun khas pringgasela

Dibutuhkan waktu sekitar tiga minggu sampai satu bulan untuk mengerjakan kain tenun tersebut. Inilah yang menjadi keistimewaan tenun Desa Pringgasela sehingga menjadikan tenun tersebut sangat berkualitas. Tak heran, kain tenun Desa Pringgasela terkenal sampai ke luar Lombok.
Kain tenun yang dihasilkan oleh seorang wanita di Pringgasela merupakan implementasi dari kesetiaan kepada suami. Kecantikan kain tenun mencerminkan betapa sabarnya para wanita penenun yang setia bersama alat tenunnya. (Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.