Lamajang, Kenalkan Rumah Adat Cikondang dan Destinasi Lainnya

Belum lama ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menggenjot tempat-tempat wisata yang potensi kearifan lokalnya bisa dijual atau diperkenalkan kepada wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Hal tersebut dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Salah satu tempat yang berpotensi tersebut adalah wisata Desa Lamajang.

Desa Lamajang merupakan desa wisata budaya yang sudah banyak memiliki potensi kearifan lokal yang dapat dieksplor menjadi tempat-tempat wisata. Di desa ini terdapat potensi wisata yang dapat dikunjungi, yakni Situs Rumah Adat Cikondang, Situs Batu Eon, Arung Jeram Sungai Cisangkuy, Curug Ceret, Curug Cimalawindu, Makam Embah Dalem Lamajang, Bumi Perkemahan Gunung Tilu, pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan, kuliner,  Pasar Minggu, seni budaya, hoomstay, vila dan penginapan, serta Bale-Bale Desa Wisata.

situs rumah adat cikondang. by: picpanzee

Tempat wisata Desa Lamajang yang paling terkenal adalah Rumah Adat Cikondang. Rumah adat ini merupakan rumah yang dimiliki oleh Bapak Anom Samsa yang berada di area seluas 3 hektar. Menurut tradisi, Rumah Adat Cikondang asal muasalnya dari Desa Lamajang dan diperkirakan telah berusia 200 tahun. Sebuah peristiwa kebakaran besar yang terjadi sekitar tahun 1942 telah menghancurkan perkampungan adat Cikondang dan hanya menyisakan satu rumah yang sekarang dijadikan sebagai rumah adat penduduk sekitar.

Rumah Adat Cikondang memiliki bentuk atap julang ngapak, konstruksi atap terdiri atas kuda-kuda dengan bahan kayu, gording dengan bambu, ditutup dengan atap bambu yang dibelah dua dengan teknik pemasangan tumpang tutup kemudian dilapisi ijuk. Di bawah atap terdapat langit-langit atau para yang difungsikan untuk menyimpan peralatan upacara ritual 15 Muharam. Di bawah para terdapat pago, yakni tempat menyimpan peralatan masak yang umumnya peralatan tersebut dikeluarkan ketika diadakan upacara ritual 15 Muharam.

Bagian tengah rumah ditutup dengan dinding anyaman bambu, di bagian ini pula terdapat beberapa ruangan. Sebelum memasuki ruangan dalam rumah adat, terlebih dahulu melewati pintu di bagian depan yang terbuat dari kayu, kemudian memasuki ruang besar yang terdapat hawu atau tungku masak di tengah-tengah dinding utara rumah. Selain ruang besar ini, juga terdapat dua ruangan di sisi timur, yaitu ruang tidur dan ruang goah yang merupakan ruang tempat penyimpanan (pedaringan).

rumah adat cikondang by komunitas aleut

Pada bulan-bulan tertentu, di Rumah Adat Cikondang ini seringkali mengadakan kegiatan ritual dan mementaskan kesenian yang bertahan sampai saat ini. Kesenian yang masih sering dipentaskan adalah Kesenian Beluk, yakni kesenian olah vokal yang dimainkan oleh dua orang: satu orang membaca suatu naskah dan satu orang lainnya mengidungkan atau menyanyikan.

Seperti adat-adat pada umumnya yang memiliki aturan, Cikondang juga memiliki aturan adat berupa larangan memotong atau menebang pohon/tanamannya di hutan keramat kecuali untuk keperluan rumah adat, seperti untuk renovasi atau rehabilitasi rumah adat. Aturan lainnya adalah bagi tamu yang akan menginap di rumah adat tidak boleh menginap pada malam Selasa dan malam Jumat.

Begitulah ulasan mengenai Rumah Adat Cikondang, selain masih melestarikan mengenai rumah adatnya, Lamajang juga memiliki berbagai destinasi wisatanya yang bisa diperkenalkan oleh para wisatawan. Tertarik untuk berkunjung ke sini, Crafters? (Tin/Yah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.